Selamat datang di carabudidayasukses.com

Tips Mudah Budidaya Manggis

Sabtu, 06 Juli 20130 komentar

Budidaya Manggis


Manggis merupakan jenis tanaman keluarga Guttiferae yang berasal dari kepulauan Malaya. Beberapa species keluarga Guttiferae memiliki buah yang bisa dimakan, tetapi tak ada yang selezat buah manggis. Selain buah, bagian lain tumbuhan ini yang bisa dimanfaatkan adalah kulit buah, akar, kulit kayu, dan sebagainya yang rata-rata dimanfaatkan untuk obat seperti obat cacing, diare, dan tumor rongga mulut. Untuk kulit manggis sendiri menjadi komoditas ekspor Singapura menuju Cina. Jika anda ingin mengerahui  lebih lengkapnya mengenai manfaat dan khasiat buah manggis anda dapat membaca "Manfaat Buah Manggis dan Pengolahannya untuk Kesehatan" dan "Manfaat Buah Manggis Dan Fungsinya"

Pohon manggis memiliki tinggi sekitar 10-25 m. Bagian mahkota bunganya ada yang bentuknya piramid kompak dan meruncing keatas, dan ada pula yang bulat. Tanaman ini sulit sekali untuk dikembangkan, utamanya karena pertumbuhannya relatif sangat lambat serta memerlukan waktu beberapa tahun lamanya supaya sistem perakaran benar-benar efektif. Untuk memulai budidaya manggis, ada beberapa tips yang perlu anda ketahui.

Syarat tumbuh
Budidaya manggis perlu memperhatikan syarat tumbuh tanamannya. Untuk bisa tumbuh dengan baik, tanaman manggis membutuhkan daerah yang lembab, memiliki suhu tinggi, curah hujan tinggi dan rata sepanjang tahunnya. Selain itu, tanaman manggis tidak tahan dengan terpaan angin laut. Sedangkan suhu optimum bagi pertumbuhannya berkisar sekitar 220-230C. Tanaman manggis yang masih muda memerlukan naungan yang teduh baik di area dataran rendah hingga ketinggian 800 m yang curah hujannya 1500-2500 mm/tahun. Tanah yang banyak mengandung bahan organik disertai aerasi yang baik sangat cocok untuk pertumbuhan manggis. 

Perbanyakan

1) Perbanyakan melalui biji
Manggis bisa diperbanyak melalui bijinya tapi bukannya perbanyakan dengan cara generatif, hal ini karena terbentuknya biji buah manggis berlangsung secara apomiktis. Biji manggis memiliki viabilitas cukup rendah serta cepat sekali mengalami kemunduran. Begitu dikeluarkan dari buah, biji harus cepat dikecambahkan. Jika tetap berada di dalam buahnya, kondisi biji manggis akan tetap terjaga viabilitasnya kurang lebih selama 3-5 minggu. Bila bijinya semakin besar, maka semakin baik pula pertumbuhan tunasnya.

2) Perbanyakan ala vegetatif
Perbanyakan vegetatif untuk tanaman manggis dapat dilakukan melalui metode stek, penempelan, cangkok, penyusuan, dan penyambungan. Sedangkan cara perbanyakan yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi yakni penyambungan, khususnya sambung pucuk. Penggunaan cabang entris (atau batang atas) pada metode ini lebih hemat. Untuk entris, biasanya digunakan tunas bagian ujung yang daunnya masih muda namun sudah cukup keras. Untuk batang bawahnya menggunakan bibit semai berusia 2 tahun atau bibit yang batangnya berdiameter kurang lebih 0,5 cm, serta berkulit batang hijau. Cara penyambungan celah dianggap banyak berhasil dibandingkan metode sisi.

Pembibitan

Lokasi yang sesuai sangat penting untuk pembibitan, yakni teduh serta dekat dengan sumber air. Lahan untuk persemaian sebelumnya diolah dengan cukup dalam, kemudian dibuatkan bedengan dengan lebar 1,2 m dan ketinggian kira-kira 30 cm. Selanjutnya, buat selokan untuk pembuangan air diantara bedengan. Beri tanah dengan pupuk kandang berjumlah kira-kira 10 kg/m3. Jika biji yang akan disemai ditempatkan pada kantong plastik, media yang tepat untuk digunakan adalah campuran antara pasir, pupuk kandang, dan tanah kebun dengan perbandingan 1:1:1. Jika biji disemaikan pada bedengan, maka sebaiknya ditanam dengan jarak tanam 40 cm x 30 cm, dan kedalaman 0,5 – 1,0 cm. Untuk pesemaian dalam kantong plastik, jumlah biji yang ditanam cukup 1 biji untuk 1 kantong plastik. 

Pemupukan 
Memasuki usia 1 bulan, bibit harus dipupuk. Tiap-tiap bibit diberikan sekitar 2-3 gram campuran antara TSP dan urea. Pemupukan bisa diulang untuk sebulan sekali. Untuk perkembangan vegetatif yang optimal, 1 bulan paska tanam sebaiknya diberikan 100-200 gr urea tiap pohonnya. Pemberian ini bisa diulang per 6 bulan sekali dengan ditambah pupuk kandang sebanyak 20-30 kg. Guna membantu menjaga kesehatan tanaman jika sudah berbuah, maka mulai usia 4 tahun bibit sambungan harus diberi NPK sebanyak 0,5 kg/pohon. Pemberian ini bisa diulangi tiap 6 bulan sekali. Pupuk perlu diberikan dengan dosis yang lebih banyak ketika tanaman sudah dewasa (3,5kg/pohon).

Panen
Masa panen yang tepat adalah bila 25% dari bagian luar kulit buah manggis sudah menunjukkan warna ungu. Untuk pemetikannya bisa dilakukan sambil menyertakan bagian tangkai buah, hal ini dimaksudkan supaya buah bisa bertahan lama. Selanjutnya dilakukan seleksi buah manggis yang baik melalui pengelompokan berdasarkan ukuran buahnya yakni:

- Mutu super yakni diameter buahnya sekitar 6,5 cm
- Mutu I yakni diameter buahnya sekitar 5,5-6,5 cm
- Mutu II yakni diameter buahnya sekitar 5,5 cm

Untuk pemasaran internasional, berat buah adalah hal yang paling menentukan. Pasar Hongkong dan Malaysia menghendaki berat buah minimum 65 gr sementara pasar Jepang menghendaki minimum berat 80 gr. Pada suhu ruangan, buah manggis yang sehat bisa tetap baik kondisinya hingga 2-3 minggu paska panen. Penyimpanan buah di suhu 4-60 derajad Celcius bisa mempertahankan kualitasnya hingga 49 hari. Sedangkan di suhu penyimpanan sekitar 9-120 derajad Celcius, buah bisa bertahan selama 33 hari.

Demikianlah artikel seputar tips mudah budidaya manggis ini. Semoga bisa bermanfaat.

Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Cara Budidaya Sukses
Copyright © 2011. Situs Cara Budidaya Sukses - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger